PROFILE SINGKAT LENTERA
Namun Seiring berjalan nya waktu kurang lebih satu sampai
dua tahun, nama tersebut di rubah pada tanggal 12 Juni 2020 berdasarkan Hasil
Musyawarah di Pondok Pesantren Manbaul
Ulum Curug Yang dihadiri dari berbagai wilayah utara, selatan dan sekitarnya.
Berdasarkan hasil istikharah Kyai Muda yang sering dipanggil M Sambas Assyafi’I A E Beliau Mengatakan “Sudah saatnya yang local menuju nasional, bukan berarti kita mengabaikan yang nasional. Sebab di era milenial kita perlu strategy bussines untuk memaximalkan perekonomian di kalangan santri, terkadang masih ada saja santri yang berfikir tradisonal dan kepentingan idealism itu tersendiri. Padahal santri bisa menjadi apa saja yang kita mau, sebab santri sudah mempunyai modal dasar ekonomi yaitu :
1.SIDIQ dalam menjalankan usaha selalu berkomitmen
2.TABLIG jangan mau berbisnis jika tidak ada yang mau disampaikan.
3.AMANAH modal utama dalam berbisnis adalah Kepercayaan.
4.FATHONAH. Pintar dalam mengemas apa pun jenis bisnis yang dijalankan...
Dan ta'at pada aturan,
Maka kami sepakat untuk menciptakan kemasan baru di era
milenial ini yang disebut £€πT€®a (Lembaga
Ekonomi Santri Nusantara).
Pendirian organisasi ini telah diketahui oleh Tubagus Rd
Fahmi Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hidayah Sekaligus Sekjen DPW HIPSI,
untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri dan mengokohkan jejaring ekonomi
antar warga nahdiyyin dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tantangan ekonomi
masa lalu tentu saja berbeda dengan masa kini yang lebih kompleks. Dapat
disebutkan, tantangan terpenting saat ini adalah persaingan makin ketat dan
terbuka sampai pada skala global, serta daya dukung sumberdaya alam yang makin
turun. Di tengah “kegaduhan” ekonomi itu (walau terasa senyap), di situlah
warga nahdliyin, khususnya para santri hidup.
Maka, dalam skala mikro £€πT€®a ingin memberi peluang kepada para santri untuk secara bersama-sama, menyatukan potensi mengangkat harkat ekonominya sendiri. Dengan demikian mereka lebih siap melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatannya, sekaligus berkontribusi bagi tumbuh kembangnya ekonomi yang sehat dan sejahtera.
VISI £€πT€®a :
Terwujudnya Santri Yang Siap Menjadi Garda terdepan di Nusantara
MISI £€πT€®a :
Untuk Mencapai VISI tersebut,
1. Keharmonisan Berorganisasi
Farfa bidomin wansiban fathan Wajur # Kasron Kadzikrullohi ‘abdahu yasur
Wajzim Bitaskini Wagoiru Maa dzukir # yanuubu Nahwu jaa akhu bani namir
Pengurus dan anggota haruslah kompak, saling terbuka, membuang hal yang menimbulkan perpecahan, selalu berdoa kepada Allah Swt, dan meneguhkan pendirian dalam istiqamah.
2. KONSISTEN
Lirrof’I wannasbi wajarrinasolah # Ka’rif Bina fainana nilnalminah
£€πT€®a harus seperti dhamir muttashil -na yang teguh pendirian dan pemahaman meski dalam keadaan apa pun. Tidak terpengaruh oleh perubahan dan pengaruh aliran-aliran lain.
3. Berusaha Semaksimal Mungkin
Wafikhtiyari Layaziul munfasil # idzaa taAtta ayajiul Muttasil
Dalam keadaan ikhtiyar (tidak kepepet) £€πT€®a tidak boleh mendatangkan dhamir munfasil Selagi masih memungkinkan memakai dhamir muttashil, Alhasil janganlah meminta bantuan orang lain selagi masih bisa dilakukan sendiri dan organisasi.
“Lambang £€πT€®a berupa gambar gentong, Peta dunia, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang 9 Satelit, 3 (Tiga) bintang & Satelit terletak melingkari di atas gentong, yang enam bintang & Satelit lagi terletak di bawah gentong kujang, dan peta., dengan tulisan Lembaga Ekonomi Santri Nusantara, semua terlukis dengan warna hijau, kuning di atas dasar putih.”
Masing-masing memiliki arti seperti berikut :
Gambar bola dunia transfaran yang seperti peta melambangkan tempat hidup, tempat berjuang, dan beramal di dunia ini dan melambangkan pula bahwa asal kejadian manusia itu dari tanah dan akan kembali ke tanah.
Gambar peta pada bola dunia merupakan peta Indonesia melambangkan bahwa dilahirkan di Indonesia dan berjuang untuk kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,khususnya dan ummat Islam di Dunia umumnya.
Gentong dan satelit memberikan arti Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih, wal akhdzu bil jadidil ashlah Sembilan bintang yang terdiri dari lima bintang di atas garis katulistiwa dengan sebuah bintang yang paling besar terletak paling atas, melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat manusia dan Rasulullah; Empat buah bintang lainnya melambangkan kepemimpinan Khulaur Rasyidin yaitu Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Empat bintang di garis katulisitiwa melambangkan empat madzab yaitu Hanafi, Maliki, S yafii, dan Hambali. Jumlah bintang sebanyak 9 (sembilan) melambangkan sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia.
Warna hijau dan kuning melambangkan kesuburan tanah air Indonesia dan kemakmuran dan warna kuning melambangkan kesejahteraan.
Kujang melambangkan bahwa £€πT€®a Harus mampu menjaga Nusantara
Garis besar saling mengikat antara warna hijau dan kuning menunjukkan ikatan yang saling memperkuat antar anggota yang sekaligus menunjukkan selalu berpegangan erat dalam suka dan duka untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bersama.





Era digital di zaman generaso Z..
BalasHapusMilenial sudah habis pak ...
Masukan sedikit 😁🙏
Enggih yai, 🙏
Hapus